Prof. Dr. H. Zaini Dahlan, M.A. (25 Desember 1926 - 14 Januari 2017) merupakan Rektor IAIN Sunan Kalijaga selama dua periode yakni 1976-1980 dan 1980-1983. Ia juga pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Islam Indonesia (UII). [1] Kehidupan Pribadi.
Sebagai seorang guru, ia cukup terkenal sebab menjadi guru bagi ulama besar di masing-masing daerah yang berada di Nusantara, maka nama beliau jelas memiliki tempat di kalangan pesantren.
Kiai Sholeh Darat juga berguru ke Mekkah, ke beberapa syekh pada saat itu. Di antaranya adalah Syekh Muhammad bin Sulaiman Hasballah dan Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan. Kiai Sholeh Darat mendalami beragam ilmu ketika belajar ke guru-guru yang berbeda tersebut: mulai dari tafsir Al-Qur'an, fikih, nahwu dan sharaf, falak, tasawuf, dan lain-lain.
Sayyid Ahmad Zaini Dahlan adalah guru para ulama Nusantara yang sering dituduh sebagai tukang fitnah oleh kelompok wahabi. Padahal, sanad keilmuan Zaini Dahlan sangat dipercaya. Hamka termasuk murid cucu Syeikh Ahmad Zaini Dahlan.
SAYYID AHMAD ZAINI DAHLAN. Adalah salah seorang "Syaikhul Islam" yang ilmu dan dakwahnya menyebar ke seluruh penjuru dunia. la merupakan pengajar terkemuka di Masjidil haram yang kala itu menjadi pusat perkembangan ilmu pengetahuan Islam. Murid-muridnya datang dari berbagai belahan dunia. Sayyid Ahmad Zaini Adalah keturunan " Quthb Rabbany
Guru paling awal KH Ahmad Dahlan adalah ayahnya sendiri, Kiai Abu Bakr, seorang ulama dan pemuka agama di Keraton Yogyakarta. Ahmad Dahlan kecil juga menuntut ilmu di pondok pesantren (mondok atau nyantri).
MyYA.